SINERGI MEMBANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI UMAT: KUB PINTU SURGA DAN KSP CREDIT UNION GERBANG KASIH.

Dipublikasikan pada 30 July 2026

Berita Tanggal Publish 30 Jul 2026

Todabelu, 30 Juli 2026 – Komunitas Umat Basis (KUB) Pintu Surga, Lingkungan Todabelu, Paroki Roh Kudus Mataloko, terus menunjukkan bahwa kehidupan menggereja tidak hanya diwujudkan melalui doa dan persekutuan, tetapi juga melalui upaya nyata meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat.

Dalam semangat tersebut, pada Kamis, 30 Juli 2026, KUB Pintu Surga menggandeng KSP Credit Union Gerbang Kasih Keuskupan Agung Ende untuk menyelenggarakan sosialisasi literasi keuangan dan pengenalan berbagai layanan keuangan bagi anggota. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota KUB Pintu Surga yang mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan antusias.

Sebelum materi sosialisasi dimulai, Ketua KUB Pintu Surga memaparkan berbagai program yang telah berjalan di dalam komunitas. Selain kegiatan rutin doa bersama, KUB juga mengembangkan kegiatan produktif berupa arisan mingguan dan Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

Menariknya, SPP KUB Pintu Surga tidak lahir dari modal pinjaman atau bantuan modal dari luar komunitas. Modal awalnya justru tumbuh dari kegiatan arisan mingguan yang secara konsisten dijalankan oleh anggota KUB. Dari kebiasaan menyisihkan dan mengumpulkan uang secara bersama-sama, perlahan terbentuk modal yang kemudian dikembangkan menjadi kegiatan simpan pinjam untuk membantu kebutuhan ekonomi anggota.

Perjalanan ini menjadi sebuah pembelajaran penting bahwa kemandirian ekonomi dapat dimulai dari hal-hal kecil, dari kebersamaan, kedisiplinan, dan kepercayaan antar anggota. Tidak harus menunggu bantuan dari luar, tetapi dengan kekuatan yang dimiliki bersama, sebuah komunitas dapat membangun fondasi ekonominya sendiri.

Hingga saat ini, keuangan SPP KUB Pintu Surga telah mencapai lebih dari Rp90 juta. Dengan bunga pinjaman sebesar 1% serta sistem yang mengedepankan semangat kekeluargaan, SPP memberikan ruang yang cukup fleksibel bagi anggota yang mengalami kendala dalam proses simpanan maupun cicilan.

Capaian tersebut bukan sekadar angka. Di balik lebih dari Rp. 90 juta yang terkumpul, terdapat cerita tentang kepercayaan, kedisiplinan, gotong royong, dan komitmen anggota untuk saling membantu. Arisan mingguan yang awalnya sederhana telah berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi komunitas.

Dalam sesi sosialisasi, tim KSP Credit Union Gerbang Kasih memperkenalkan berbagai produk simpanan dan pinjaman bagi anggota. Salah satu hal yang menarik perhatian peserta adalah penamaan produk-produknya yang mengangkat bahasa daerah sebagai identitas budaya. Misalnya, produk Sao yang berarti rumah dan Uma yang berarti kebun. Penamaan ini bukan sekadar unik, tetapi mencerminkan kedekatan Credit Union dengan kehidupan masyarakat serta harapan agar layanan keuangan dapat membantu anggota memiliki rumah yang layak, mengembangkan kebun, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kehadiran KSP Credit Union Gerbang Kasih bukan untuk menggantikan SPP yang telah berjalan dengan baik, melainkan menjadi mitra strategis yang memperkuat kapasitas ekonomi umat melalui layanan keuangan yang lebih luas, pendidikan anggota, dan akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan.

Sinergi antara SPP KUB Pintu Surga dan KSP Credit Union Gerbang Kasih menjadi contoh bahwa lembaga keuangan berbasis komunitas dapat saling melengkapi. SPP tetap menjadi fondasi kebersamaan dan saling membantu di tingkat KUB, sementara Credit Union hadir untuk memperluas peluang pengembangan usaha, meningkatkan literasi keuangan, dan memperkuat kesejahteraan keluarga.

Apa yang dilakukan KUB Pintu Surga memberikan pesan sederhana namun kuat: kemandirian ekonomi tidak selalu harus dimulai dari modal yang besar. Ia dapat dimulai dari kebersamaan, dari arisan mingguan, dari sedikit yang disisihkan secara rutin, lalu tumbuh menjadi kekuatan bersama.

Semoga kolaborasi yang terjalin ini menjadi inspirasi bahwa gereja tidak hanya membangun umat yang kuat dalam iman, tetapi juga tangguh dalam kehidupan ekonomi. Ketika nilai-nilai persaudaraan dipadukan dengan pengelolaan keuangan yang sehat dan tetap menghargai kearifan budaya lokal, maka akan lahir keluarga-keluarga yang semakin mandiri, sejahtera, dan mampu menjadi berkat bagi sesama.

Salam,

Dus Nuga

KUB Pintu Surga